Scroll untuk baca artikel
Example 500x500
Example floating
Example floating
Example 970x250
Berita UtamaDaerah

Parigi Moutong Siap Jadi Kawasan Militer Baru

129
×

Parigi Moutong Siap Jadi Kawasan Militer Baru

Sebarkan artikel ini
Foto.Istimewa

Parigi Moutong, Fokussulawesi.com – Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, H. Erwin Burase menilai pembangunan fasilitas militer oleh Kodam XXIII/Palaka Wira di daerahnya akan membawa dampak positif terhadap stabilitas keamanan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Hal itu disampaikan Erwin pada Rabu, 18 Februari 2026. Ia menyebut, kehadiran Markas Korem beserta satuan pendukungnya diyakini mampu memperkuat kondusivitas wilayah sekaligus membuka peluang usaha baru.

“Ke depan, tidak menutup kemungkinan akan dibangun rumah sakit militer di sini. Banyak personel yang akan datang, ekonomi akan ikut meningkat,” ujar Erwin.

Menurutnya, masuknya ratusan personel TNI akan mendorong geliat ekonomi, terutama di sektor jasa, perdagangan, serta penyediaan hunian bagi prajurit dan keluarganya.

Baca Juga:  Bupati Parigi Moutong Atur Ulang Program Prioritas

Pemerintah Kabupaten Parimo sendiri telah menyiapkan sejumlah lahan hibah untuk mendukung pembangunan tersebut. Untuk Kantor Detasemen Polisi Militer (Denpom), disiapkan lahan seluas 5 hektare di Jalur Dua, Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi Barat.

Sementara Markas Korem akan dibangun di atas lahan seluas 3 hektare di lokasi eks Sail Tomini, Desa Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah.

“Lahan ini juga sudah ditinjau dan penyerahan hibah lahan juga sudah dibuat,” katanya.

Selain itu, lahan seluas 5 hektare di Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat, disiapkan untuk perumahan prajurit. Adapun pembangunan batalyon direncanakan mulai Maret 2026 di Desa Palapi, Kecamatan Taopa.

Baca Juga:  Bawa Aspirasi Kades se-Sulteng, DPP Apdesi Merah Putih Temui Legislator Provinsi

“Lahan di Palapi ini sebelumnya diambil alih oleh Bank Tanah. Tapi setelah dikoordinasikan, bisa untuk pembangunan batalyon,” jelasnya.

Saat ini, pemerintah daerah masih mengupayakan lokasi sementara bagi personel Korem yang mulai masuk ke Parimo.

“Sebelumnya kami mengajukan peminjaman pabrik minyak Bimoli, tapi tidak disetujui pemiliknya. Namun ada beberapa lokasi lain yang bisa digunakan sementara, seperti Sikim di Avolua. Karena paling lama 10 bulan saja digunakan,” ungkapnya.

Erwin menyatakan, dipilihnya Parimo sebagai lokasi pembangunan satuan Korem merupakan kebanggaan tersendiri, mengingat beberapa kabupaten lain juga mengajukan permintaan serupa. Ia berharap, keberadaan fasilitas tersebut benar-benar memberi dampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Parigi Moutong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *