Parigi Moutong, Fokussulawesi.com – Bupati Parigi Moutong (parimo) Erwin Burase, meninjau langsung pelaksanaan program revitalisasi sekolah tahun anggaran 2025 di sejumlah wilayah. Tujuannya adalah untuk memastikan kegiatan tersebut berjalan sesuai aturan dan prinsip swakelola.
Peninjauan dan peresrmian tersebut dilaksanakan pada Selasa (20/1/2026). Ia meresmikan Sekolah Dasar (SD) Inpres 6 Sausu yang merupakan salah satu sekolah penerima program. Selain SD Inpres 6 Sausu, Bupati juga meresmikan sejumlah sekolah di antara, TK Negeri 7 Balinggi, TK Negeri 1 Parigi Selatan, dan SD Negeri Tindaki, Kecamatan Parigi Selatan.
Ia mengatakan, peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung sejauh mana progres pekerjaan, termasuk kendala yang dihadapi pihak sekolah selama pelaksanaan revitalisasi. “Tahun 2025 ini kita ingin melihat langsung pelaksanaannya seperti apa, apa kendala yang dihadapi, dan apakah sudah sesuai dengan aturan yang ada,”ujarnya.
Revitalisasi sekolah melalui mekanisme swakelola memberikan tanggung jawab penuh kepada pihak sekolah, khususnya kepala sekolah, untuk mengelola anggaran secara transparan dan akuntabel, dengan melibatkan masyarakat sekitar secara gotong royong.
“Swakelola ini memang ditujukan agar sekolah bertanggung jawab penuh. Hari ini kita pastikan, mulai dari PPK, kepala sekolah, sampai masyarakat, semuanya terlibat,” jelasnya.
Dari hasil peninjauan, bupati menyebut bahwa proses pembangunan berjalan dengan baik tanpa kendala berarti. Secara fisik, bangunan dinilai telah sesuai dengan perencanaan. “Masyarakat juga bergotong royong dan tidak ada masalah selama pelaksanaan. Secara fisik bangunan sudah dilaksanakan dengan baik,”ungapnya.
Pada tahun 2025 terdapat 23 sekolah di Kabupaten Parigi Moutong yang menerima program revitalisasi. Ia menegaskan pengelolaan anggaran revitalisasi sepenuhnya diserahkan kepada kepala sekolah sesuai ketentuan yang berlaku dan Dinas Pendidikan melakukan pendampingan dan pengawasan.















