Parigi Moutong, fokussulawesi.com – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dari Fraksi Perindo, Mohammad Irfain, menyoroti serius maraknya aktivitas pertambangan di sejumlah wilayah Parimo yang dinilai telah menyebabkan kerusakan lingkungan hingga jatuhnya korban jiwa.
Sorotan tersebut disampaikan Irfain dalam rapat paripurna DPRD Parimo yang digelar pada Selasa (3/3/2026).
Dalam penyampaiannya, Irfain menyinggung peristiwa meninggalnya sejumlah warga akibat tertimbun longsor di lokasi pertambangan seperti di Kayuboko, Buranga, hingga Moutong. Ia menilai persoalan ini belum ditangani secara serius.
“Saya tidak tahu apakah kita lalai atau memang kita tidak mau bicara soal ini,” ungkap Irfain di hadapan peserta paripurna.
Menurutnya, kerusakan lingkungan yang terjadi seolah dianggap biasa, padahal telah menimbulkan korban jiwa. Ia juga menyinggung adanya dugaan oknum tertentu yang justru menikmati hasil tambang secara ilegal. Bahkan diduga ada juga oknum pemerintah daerah yang membackup,” tegasnya.
“Seolah kita tidak serius melihat kerusakan lingkungan yang menyebabkan korban jiwa.
Irfain menambahkan, aktivitas pertambangan dengan menggunakan alat berat menjadi salah satu penyebab kerusakan lingkungan yang cukup masif. Selain itu, daerah dinilai tidak memperoleh manfaat dari aktivitas tersebut.
“Kita tidak membatasi orang untuk mencari hidup. Kalau hanya mendulang secara tradisional mungkin tidak merusak secara masif. Tapi kalau sudah menggunakan alat, ada korban, ada kerusakan, ada kerugian. Sementara daerah tidak dapat apa-apa. Daerah dapat apa? Ampas,” tandasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dampak kerusakan lingkungan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti potensi banjir hingga ancaman bagi permukiman warga.
“Aspirasi ini sudah banyak kali disampaikan kepada kita dan sudah berulang kali juga disuarakan. Tapi kalau kita tidak serius menangani ini, saya akan tetap bicara karena ini amanat rakyat agar Parigi Moutong bisa lebih baik,” pungkasnya.















