Parigi Moutong, Fokussulawesi.com – Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, menegaskan peran strategis Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dalam mendorong nilai tambah komoditi lokal guna memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Penegasan tersebut disampaikannya saat mewakili Bupati Parigi Moutong pada Musyawarah Kabupaten (Mukab) ke-V KADIN Parigi Moutong periode 2026–2031.
Menurut Abdul Sahid, Mukab KADIN bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan momentum penting untuk merumuskan arah kebijakan dunia usaha yang selaras dengan kebutuhan dan tantangan ekonomi daerah ke depan.
Ia menyampaikan bahwa Parigi Moutong memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan kelautan.
Namun potensi tersebut, kata dia, harus dikelola secara berkelanjutan dan didorong agar tidak berhenti pada produksi bahan mentah.
“Nilai tambah melalui pengolahan, inovasi, dan perluasan akses pasar harus menjadi fokus bersama agar komoditi lokal benar-benar mampu menggerakkan perekonomian daerah,” ujarnya.
Abdul Sahid menekankan, di tengah dinamika ekonomi global dan ketidakpastian yang terjadi, resiliensi ekonomi daerah menjadi keharusan.
Untuk itu, ia mendorong KADIN Parigi Moutong agar lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan, sekaligus aktif mendampingi pelaku usaha lokal agar mampu naik kelas dan berdaya saing.
Lebih lanjut, ia menyatakan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui penyederhanaan perizinan.
Kemudian, peningkatan kualitas infrastruktur, serta kebijakan yang berpihak pada pengembangan ekonomi lokal.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha.
Menurutnya, tanpa dukungan aktif KADIN sebagai wadah berhimpunnya pelaku usaha, berbagai upaya penguatan ekonomi daerah tidak akan berjalan optimal.
Melalui Muskab ke-V ini, Abdul Sahid berharap terpilih kepengurusan KADIN yang solid dan visioner, serta mampu menyusun program kerja yang selaras.
“Dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Parigi Moutong dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.*















