Scroll untuk baca artikel
Example 500x500
Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahKesehatan

Momentum HUT ke-24, PMI Parigi Moutong Gelar Donor Darah

182
×

Momentum HUT ke-24, PMI Parigi Moutong Gelar Donor Darah

Sebarkan artikel ini

Parigi Moutong, fokussulawesi.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Parigi Moutong menggelar kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Parigi Moutong.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong itu berhasil mengumpulkan sebanyak 13 kantong darah.
Ketua PMI Kabupaten Parigi Moutong, Hj Hestiwati Nanga, mengatakan bahwa kegiatan donor darah tersebut merupakan bagian dari upaya PMI dalam memenuhi kebutuhan stok darah di daerah, sekaligus memanfaatkan momentum peringatan HUT kabupaten.

Selain kegiatan tersebut, PMI juga terus menggencarkan aksi donor darah melalui kegiatan mobile ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Baca Juga:  Isu Jual Beli Jabatan Kepsek, Ratusan Orang Dimintai Keterangan 

“Selain memanfaatkan momen HUT, kami juga melakukan kegiatan donor darah secara mobile ke beberapa OPD,” ujarnya.

Ia menambahkan, PMI Parigi Moutong juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak guna meningkatkan ketersediaan stok darah. Salah satunya melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Pemasyarakatan.

“Belum lama ini kami sudah menandatangani MoU dengan pihak Lapas, tujuannya untuk membantu memenuhi stok kebutuhan darah di daerah,” jelasnya.

Menurut Hestiwati, kebutuhan darah di Kabupaten Parigi Moutong idealnya mencapai sekitar 2 persen dari total jumlah penduduk. Jika dihitung, kebutuhan tersebut setara dengan kurang lebih 9.000 kantong darah per tahun.

Baca Juga:  Sisa Waktu Menipis, Kajari Warning Pelaksana Proyek Labkesmas

“Kebutuhan darah di Kabupaten Parigi Moutong harusnya sebanyak 2 persen dari jumlah penduduk. Artinya, kita harus mampu memenuhi sekitar 9.000 kantong darah per tahun,” terangnya.

Dalam upaya mencapai target tersebut, PMI turut bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, khususnya di bidang pelayanan kesehatan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengaktifkan kembali gerakan pelestarian donor darah di masyarakat.

Hal ini dinilai penting, mengingat kasus kematian ibu dan anak di Parigi Moutong masih terjadi, salah satunya disebabkan oleh pendarahan yang membutuhkan ketersediaan darah secara cepat.

Selain itu, PMI Parigi Moutong juga merencanakan pembangunan Unit Donor Darah (UDD) di wilayah tersebut, sebagaimana yang telah tersedia di sejumlah kabupaten lain di Provinsi Sulawesi Tengah. Rencana tersebut bahkan telah dikomunikasikan dengan pemerintah daerah sejak tahun lalu.

Baca Juga:  Proyek Labkesmas dan Puskesmas Harus Diawasi Secara Teknis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *