Scroll untuk baca artikel
Example 500x500
Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahRagam

Gubernur Sulteng Resmi Buka Rakor Asta Cita, Bupati Parigi Moutong Paparkan Sejumlah Tantangan Daerah.

4
×

Gubernur Sulteng Resmi Buka Rakor Asta Cita, Bupati Parigi Moutong Paparkan Sejumlah Tantangan Daerah.

Sebarkan artikel ini
Erwin Burase turut memaparkan berbagai capaian, tantangan, dan kebutuhan strategis Kabupaten Parigi Moutong dalam mendukung implementasi program nasional. Foto: IST.

MOROWALI, FOKUSSULAWESI.COM – Anwar Hafid secara resmi membuka Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI Tahun 2026 yang digelar di Gedung Serbaguna Matano, Morowali, Kamis (13/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program prioritas nasional di seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah di tengah tantangan pembangunan dan dinamika fiskal saat ini.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa dirinya tidak hanya hadir sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai representasi pemerintah pusat di daerah. Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh program unggulan dalam Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Hari ini saya berdiri bukan hanya sebagai Gubernur, tetapi juga mewakili Pemerintah Pusat di daerah. Fokus utama kita adalah mengevaluasi sejauh mana program-program Asta Cita telah terlaksana di seluruh wilayah Sulawesi Tengah,” ujar Gubernur.

Baca Juga:  Peredaran Sabu Terbongkar, Seorang Pria di Bolano Lambunu Diamankan Polisi

Ia menjelaskan, rapat koordinasi ini memiliki arti penting di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada ruang fiskal pemerintah daerah. Namun di sisi lain, program-program nasional dalam kerangka Asta Cita dinilai mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Walaupun daerah menghadapi tantangan pengurangan anggaran, program Asta Cita justru menjadi penopang penting pertumbuhan ekonomi. Aliran program dan kegiatan dari pemerintah pusat memberikan dampak besar bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh kepala daerah, forum koordinasi pimpinan daerah, serta seluruh pemangku kepentingan yang aktif mendukung pelaksanaan rapat koordinasi tersebut. Ia menyebut, kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Banggai dan menghasilkan berbagai masukan strategis untuk penyempurnaan program.

Baca Juga:  Reses di Ogobagis, Arpan Sahar Tekankan Pentingnya Data Kependudukan

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa rapat koordinasi bukan sekadar agenda formalitas, melainkan momentum menyatukan visi dan langkah dalam menghadapi tantangan global serta percepatan reformasi birokrasi.

“Kita harus bergerak dalam satu irama. Sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi kunci agar seluruh program Asta Cita berjalan tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Sulawesi Tengah,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Erwin Burase turut memaparkan berbagai capaian, tantangan, dan kebutuhan strategis Kabupaten Parigi Moutong dalam mendukung implementasi program nasional.

Bupati menjelaskan, hingga saat ini Kabupaten Parigi Moutong telah memiliki 21 unit dapur Sentra Penyediaan Pangan Bergizi (SPPG). Dari total 841 sekolah, sebanyak 354 sekolah atau sekitar 42 persen telah menerima manfaat program tersebut dengan cakupan sekitar 28 ribu siswa.

Baca Juga:  Rusno Tanriono Serap Aspirasi Warga Dapil III

Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya distribusi dapur yang belum merata, minimnya koordinasi dengan pemerintah daerah, keterlambatan distribusi makanan, hingga belum terjangkaunya wilayah terpencil.

Menurutnya, sebagian besar dapur masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan, sementara daerah terpencil di wilayah utara Parigi Moutong belum sepenuhnya tersentuh layanan program.

Selain itu, proses distribusi makanan dinilai masih mengganggu kegiatan belajar mengajar karena memerlukan waktu cukup lama saat pembagian di sekolah.

Pemerintah Kabupaten juga telah mengusulkan pembangunan 61 titik dapur baru untuk menjangkau 78 sekolah terpencil yang hingga kini belum menerima layanan program MBG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *