Parigi Moutong, fokussulawesi.com – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Parigi Moutong, Dinas Kesehatan (Dinkes) menghadirkan berbagai program dan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Darlin, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan akses layanan kesehatan sekaligus mendukung program kesehatan di tingkat daerah hingga provinsi.
“Kami akan melaksanakan Program Cek Kesehatan Gratis atau CKG di beberapa puskesmas yang sudah siap menjalankannya. Program ini bukan hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga bagian dari program di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah,” ujar Darlin Kamis (9/4/2026).
Selain layanan CKG, Dinkes juga menghadirkan kegiatan donor darah guna membantu memenuhi kebutuhan stok darah yang masih sangat terbatas di daerah tersebut.
“Kami menyiapkan stand di Kantor Bupati, mengingat kebutuhan darah masih sangat tinggi,” jelasnya.
Darlin mengungkapkan, saat ini kebutuhan darah di Parigi Moutong mencapai sekitar 9.000 kantong, sementara ketersediaannya baru berkisar 1.000 kantong.
“Kegiatan ini juga sudah sesuai dengan regulasi dan arah kebijakan kesehatan. Kebutuhan darah harus kita penuhi,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah, mengingat masih tingginya angka kematian ibu (AKI), yang salah satunya disebabkan oleh keterbatasan ketersediaan darah.
“Kami juga telah menyampaikan informasi ini ke kecamatan agar dapat menggerakkan masyarakat untuk menjadi pendonor,” tambahnya.
Di momen HUT ke-24 ini, Dinkes Parigi Moutong juga meluncurkan layanan “Simpatik” atau Siap Melayani Sepenuh Hati, sebagai penguatan dari layanan yang telah ada sebelumnya.
“Layanan ini sebenarnya sudah ada, namun akan kami hadirkan dengan pembaruan agar lebih optimal dan benar-benar diterapkan, bukan sekadar konsep,” tandasnya.
Layanan tersebut menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang ramah dan humanis. Seluruh petugas puskesmas diharapkan menerapkan prinsip 3S, yakni senyum, sapa, santun, serta menggunakan pendekatan bahasa daerah agar lebih dekat dengan masyarakat.
“Pasien yang datang harus disambut dengan ramah, tidak bersikap cuek. Selain itu, masyarakat juga harus mendapatkan informasi yang jelas di puskesmas agar tidak bingung mengenai prosedur atau layanan yang tersedia,” tutup Darlin.















