Scroll untuk baca artikel
Example 500x500
Example floating
Example floating
Example 970x250
Berita UtamaDaerahPemdaSeni & Budaya

Bomba Saga Jadi Primadona, Dekranasda Parimo Tampilkan Identitas Baru di Pameran MTQ Sulteng

12
×

Bomba Saga Jadi Primadona, Dekranasda Parimo Tampilkan Identitas Baru di Pameran MTQ Sulteng

Sebarkan artikel ini
Dekranasda Parigi Moutong menyita perhatian pada Pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah dengan menggunakan pakain bermotif Bomba Saga. Foto: IST

PARIGI MOUTONG, FOKUSSULAWESI.COM – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Parigi Moutong berhasil mencuri sorotan utama dalam Pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digelar serentak dengan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Sabtu (6/6/2026), di kawasan Taman Likuifaksi, Desa Bora, Kecamatan Sigi Biromaru, Parisimo memamerkan warisan budaya teranyar mereka: Motif Bomba Saga.

Pameran yang diinisiasi oleh Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah ini diikuti oleh 13 kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah. Parisimo memanfaatkan momentum ini untuk memperluas pasar dan mengenalkan identitas kultural barunya ke tingkat regional.

Ketua Dekranasda Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga, menegaskan bahwa kain tenun bermotif Bomba Saga kini resmi menjadi ikon budaya daerah. Motif ini diluncurkan pada 2025 setelah melalui proses panjang, termasuk sayembara terbuka dan kajian akademik mendalam.

Baca Juga:  Jejak Lambatnya Proyek Labkesmas dan Ancaman Pemutusan Kontrak

Nama “Saga” sendiri merupakan akronim dari Sambulugana, sebuah filosofi lokal yang diabadikan dalam guratan motif tenun bernilai estetika tinggi.

“Dekranasda Parigi Moutong hadir bukan sekadar memamerkan produk, tetapi membawa misi budaya. Kain tenun bermotif Bomba Saga ini adalah identitas baru kami yang sarat makna dan sejarah,” ujar Hestiwati di sela-sela pameran.

Selain memukau dengan tenun, stan Parigi Moutong dipadati pengunjung berkat diversifikasi produk UMKM premium lainnya. Produk yang dipromosikan meliputi:

  • Produk Alami & Kesehatan: Madu murni dan Virgin Coconut Oil (VCO).
  • Energi Terbarukan: Briket ramah lingkungan.
  • Kuliner & Kerajinan: Durian khas yang melegenda dan aneka kerajinan tangan estetik hasil karya pengrajin lokal.
Baca Juga:  HUT Emas Transmigrasi Tinombala: Anwar Hafid Soroti 9 Berani, Abdul Sahid Tekankan Peran Desa dalam Generasi Emas

“Ajang ini adalah panggung yang sangat baik. Kami ingin produk unggulan Parigi Moutong tidak hanya dikenal lokal, tapi memiliki daya saing kuat untuk menembus pasar nasional,” tambah Hestiwati optimis.

Meskipun saat ini produksi kain Bomba Saga masih melibatkan penenun dari luar daerah, Dekranasda Parigi Moutong tidak tinggal diam. Langkah strategis untuk menciptakan ekosistem industri kreatif yang mandiri sedang digodok.

Dekranasda berkomitmen melakukan pembinaan dan pelatihan intensif bagi penenun lokal. Targetnya, dalam waktu dekat, masyarakat Parigi Moutong mampu memproduksi kain ini secara mandiri dari hulu ke hilir.

“Harapan besar kami, ke depan motif Bomba Saga sepenuhnya diproduksi oleh tangan terampil penenun lokal. Dengan begitu, manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus melestarikan kekayaan budaya ini hingga generasi mendatang,” pungkas Hestiwati.

Baca Juga:  MoU dengan BPKP, Pemkab Parigi Moutong Fokus Tingkatkan Akuntabilitas Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *