Parigi Moutong, Fokussulawesi.com – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus mendorong penguatan hilirisasi komoditas kelapa melalui pemanfaatan dan optimalisasi Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) yang berada di Desa Avulua, Kecamatan Parigi Utara.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Hilirisasi Kelapa Dalam dan Optimalisasi SIKIM yang dipimpin Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran, di Ruang Rapat Sekda, belum lama ini.
Dalam arahannya, Sekda Zulfinasran menegaskan pentingnya peran SIKIM dalam memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani kelapa. Ia meminta agar SIKIM tidak hanya menyerap buah kelapa, tetapi juga membeli seluruh bagian kelapa, mulai dari sabut, tempurung, hingga air kelapa.
“Kalau bisa, pihak SIKIM membeli sendiri sabut, tempurung, dan air kelapa. Ini penting agar dampak ekonomi benar-benar dirasakan oleh petani kelapa,” ujar Zulfinasran.
Selain mendorong penyerapan hasil kelapa secara menyeluruh, SIKIM juga direncanakan akan menggunakan tenaga kerja lokal dalam operasionalnya. Dari kebutuhan tenaga kerja yang diperkirakan mencapai 100 hingga 150 orang, sekitar 90 persen akan direkrut dari masyarakat setempat sebagai bentuk pemberdayaan sumber daya manusia sekaligus penguatan ekonomi daerah.
Dalam rapat tersebut, turut dibahas kebutuhan bahan baku SIKIM yang diperkirakan rata-rata mencapai 70 ribu butir kelapa per hari. Untuk mendukung perencanaan itu, Sekda meminta dilakukan identifikasi secara detail terkait jumlah produksi kelapa petani per hari, termasuk harga kelapa yang berlaku di pasaran saat ini.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat rantai hilirisasi kelapa di Parigi Moutong sekaligus meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.















