Scroll untuk baca artikel
Example 500x500
Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahPemda

Bupati Erwin: Jagung Komoditas Masa Depan Parimo 

13
×

Bupati Erwin: Jagung Komoditas Masa Depan Parimo 

Sebarkan artikel ini

Parigi Moutong, fokussulawesi.com – Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menegaskan sektor pertanian menjadi andalan utama daerah dalam mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.

Penegasan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Gerakan Tanam Jagung Jaksa Mandiri Pangan dan Desa Mandiri Pangan di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kamis (12/2/2026).

Menurut Erwin, program Jaksa Mandiri Pangan memberikan energi positif bagi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong untuk terus memperkuat komitmen membangun sektor pertanian, khususnya komoditas jagung.

“Jagung ini adalah komoditas masa depan yang harus kita dukung, kita sukseskan, dan terus kita kembangkan. Parigi Moutong termasuk daerah penghasil jagung terbesar di Sulawesi Tengah,” ujar Erwin.

Baca Juga:  Dukungan Penuh Mukab V, Faradiba Jadi Ketua KADIN

Ia mengungkapkan, produksi jagung di Parigi Moutong saat ini mencapai 45.245 ton yang tersebar di seluruh wilayah, dengan produksi terbesar berada di Kecamatan Bolano yang mencapai 20.284 ton.

“Potensi jagung kita sangat besar dan masih sangat memungkinkan untuk terus dikembangkan. Pemerintah daerah mendorong masyarakat memanfaatkan lahan tidur. Mari kita tanam jagung,” imbaunya.

Selain peningkatan produksi, Erwin juga menekankan pentingnya hilirisasi jagung agar nilai ekonomi komoditas tersebut semakin meningkat. Menurutnya, jagung tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk turunan.

“Kita bisa pikirkan hilirisasi jagung, seperti tepung jagung atau berbagai jenis makanan olahan dari jagung. Dengan begitu, nilai tambahnya akan lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga:  Bupati Kukuhkan 893 PPPK dan Lantik 94 Pejabat di Parimo

Terkait pemasaran, Erwin mengakui kepastian harga masih menjadi salah satu kekhawatiran utama petani. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong ke depan akan merancang kolaborasi antara Koperasi Desa Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) guna menjamin ketersediaan pasar sekaligus menjaga stabilitas harga hasil pertanian.

“Bapak Presiden menginginkan ini berjalan bersamaan, bukan saling mematikan,” katanya.

Lebih lanjut, Erwin menyebut Parigi Moutong memiliki potensi lahan pertanian yang luas dengan beragam komoditas unggulan. Selain durian, daerah ini juga memiliki kelapa dalam yang mampu bersaing dengan Kabupaten Banggai, serta komoditas kakao dan udang vaname.

Baca Juga:  Bupati Tinjau dan Resmikan Program Revitalisasi Sekolah

“Kami berharap jagung juga masuk sebagai komoditas unggulan Parigi Moutong. Kami memastikan program ini mendapat dukungan dari semua pihak dan akan terus kita kawal agar sukses,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah beserta rombongan, Kepala Kejaksaan Negeri Parigi, Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong, Kepala Pengadilan Negeri Parigi, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Plt Kepala Dinas Peternakan, KADIN Parigi Moutong, serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Parigi Moutong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *