Scroll untuk baca artikel
Example 500x500
Example floating
Example floating
Example 970x250
Berita UtamaDaerahKesehatan

Aswini Dimple Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Inklusif di Parigi Moutong

9
×

Aswini Dimple Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Inklusif di Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
foto: istimewa

Parigi Moutong, fokussulawesi.com – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat melalui rapat koordinasi program kesehatan seksual dan reproduksi yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten II Setda Parigi Moutong, Aswini Dimple, yang hadir mewakili Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase. Turut mendampingi Koordinator Program Sehat Sulawesi Tengah, Nudiatulhuda Mangun.

Dalam sambutannya, Aswini menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya terkait pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi.

“Pemerintah daerah menyampaikan terima kasih atas terlaksananya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat pelayanan kesehatan yang merata, inklusif, dan berkeadilan bagi masyarakat,” ujar Aswini.

Ia menjelaskan, isu kesehatan seksual dan reproduksi menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam RPJMN 2025–2029 yang menitikberatkan pada transformasi sistem kesehatan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Baca Juga:  Bupati Parimo Tinjau Kondisi Asrama Mahasiswa, WiFi dan CCTV Jadi Perhatian

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, lanjutnya, juga terus mendorong berbagai inovasi daerah melalui Program Berani Sehat dan Gerakan Sehat Bersama yang difokuskan pada kemudahan akses pelayanan kesehatan hingga ke wilayah terpencil.

“Melalui program ini, pemerintah berupaya memperkuat layanan kesehatan dasar, meningkatkan pelayanan ibu dan anak, memperluas layanan keluarga berencana, serta mempercepat penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.

Selain itu, Gerakan Sehat Bersama diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.

Dalam pemaparannya, Aswini juga mengungkapkan sejumlah tantangan kesehatan yang masih dihadapi Kabupaten Parigi Moutong. Berdasarkan data daerah, tercatat 130 kasus pelayanan kesehatan bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, 10 kasus kematian ibu, serta 81 kasus kematian anak.

Baca Juga:  Penanganan Tambang Ilegal di Kayu Boko dan Air Panas Jadi Fokus Pemkab

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu, anak, dan kelompok rentan lainnya.

Di sisi lain, prevalensi stunting di Parigi Moutong tercatat sebesar 9,3 persen. Pemerintah daerah menilai upaya perbaikan gizi, terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan, masih perlu diperkuat secara berkelanjutan.

Capaian program keluarga berencana aktif sebesar 69,87 persen dan KB pasca persalinan sebesar 47,20 persen juga dinilai cukup baik, meski masih memerlukan peningkatan guna mendukung perencanaan keluarga yang lebih optimal.

Sementara itu, terdapat pula 32 kasus HIV yang menjadi pengingat pentingnya edukasi kesehatan, upaya pencegahan, serta pelayanan kesehatan yang tidak diskriminatif bagi masyarakat.

Baca Juga:  Pemda Parigi Moutong Bagikan 2.500 Bibit Durian Gratis

“Diperlukan langkah terpadu dan berkesinambungan melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen terkait agar pelayanan kesehatan dapat terus ditingkatkan,” ungkap Aswini.

Menutup sambutannya, ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat koordinasi antarlembaga sekaligus menghasilkan langkah konkret dalam pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi di Kabupaten Parigi Moutong.

“Kami berharap seluruh masyarakat, terutama perempuan dan remaja, memiliki akses terhadap informasi yang benar, pelayanan kesehatan berkualitas, serta perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi,” tutupnya.

Rapat tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Provincial Manager Program Sehat Sulawesi Tengah Rieneke Rolos, Ketua Pimpinan Aisyiyah Sulawesi Tengah, pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrasi dan pengawas lingkup Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, serta Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Parigi Moutong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *