Scroll untuk baca artikel
Example 500x500
Example floating
Example floating
Example 970x250
Berita UtamaDaerah

Sidang SMDK GBI Jadi Momentum Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman

14
×

Sidang SMDK GBI Jadi Momentum Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman

Sebarkan artikel ini
foto: istimewa

Parigi Moutong, fokussulawesi.com – Sidang Majelis Daerah Khusus (SMDK) Gereja Bethel Indonesia (GBI) se-Sulawesi Tengah yang digelar di Gedung GBI Bethany Parigi, Rabu (22/4/2026), menjadi wadah memperkuat kebersamaan antarumat beragama sekaligus mempererat hubungan antara gereja dan pemerintah daerah dalam menjaga keharmonisan sosial di Sulawesi Tengah.

Kegiatan tersebut dihadiri peserta dan pengurus gereja dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah, bersama unsur pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan tokoh agama. Forum itu tidak hanya membahas agenda pelayanan gereja, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam mendukung kehidupan masyarakat yang damai dan toleran.

Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang SDM, Pengembangan Kawasan dan Wilayah, Epi Satriani, menyampaikan bahwa keberadaan lembaga keagamaan memiliki peran penting dalam membangun persatuan serta menjaga nilai sosial di tengah keberagaman masyarakat.

Baca Juga:  Satlantas Intensifkan Edukasi Melalui Program Polsanak

“Pemerintah daerah memandang gereja sebagai mitra strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, menjaga toleransi, dan memperkuat nilai kebersamaan,” ujar Epi Satriani saat membacakan sambutan Bupati.

Ia menjelaskan bahwa Sidang Majelis Daerah Khusus bukan hanya menjadi agenda organisasi internal gereja, melainkan juga momentum mempererat persaudaraan dan merumuskan arah pelayanan yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Menurutnya, Kabupaten Parigi Moutong sebagai daerah yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama membutuhkan keterlibatan semua pihak untuk terus menjaga suasana aman dan damai.

“Peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan, sangat dibutuhkan untuk menjaga persatuan dan menjadi penyejuk di tengah kehidupan sosial masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Erwin Burase: Koordinasi Penting untuk Menjaga Daerah Tetap Kondusif

Pemerintah daerah berharap melalui sidang tersebut dapat lahir berbagai keputusan dan program pelayanan yang semakin memperkuat nilai kemanusiaan, moral, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Adiman, menegaskan pentingnya menjaga harmoni dalam keberagaman sebagai pondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Semangat harmoni harus terus dijaga bersama agar Sulawesi Tengah tetap menjadi daerah yang damai, rukun, dan penuh toleransi,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan lembaga keagamaan untuk terus memperkuat semangat persaudaraan serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam mendukung pembangunan daerah.

Baca Juga:  MUI Parimo Minta Hentikan Goyang Erotis di Pesta Pernikahan

Melalui pelaksanaan Sidang Majelis Daerah Khusus GBI se-Sulawesi Tengah tersebut, diharapkan sinergi antara gereja dan pemerintah semakin kuat dalam menjaga stabilitas sosial, memperkokoh toleransi, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang inklusif dan harmonis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *