Scroll untuk baca artikel
Example 500x500
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi MoutongPendidikan

Pengabdian Guru di Pelosok Diapresiasi, Pemkab Parimo Dorong Pemerataan Pendidikan

11
×

Pengabdian Guru di Pelosok Diapresiasi, Pemkab Parimo Dorong Pemerataan Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Foto: Istimewa

Parigi Moutong, Fokussulawesi.com – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memberikan penghargaan kepada sejumlah guru dan kepala sekolah yang mengabdikan diri di wilayah terpencil sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam memberikan layanan pendidikan kepada anak-anak di daerah yang memiliki keterbatasan akses dan fasilitas. Penghargaan tersebut diserahkan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, Sabtu (2/5/2026).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, sebagai wujud penghormatan atas semangat para tenaga pendidik yang tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab meskipun harus menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Ibrahim, mengatakan penghargaan tersebut diberikan kepada tenaga pendidik yang dinilai mampu menunjukkan komitmen, loyalitas, dan inovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah-sekolah pelosok.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada guru dan kepala sekolah yang terus mengabdi dengan penuh semangat di wilayah terpencil. Mereka telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat,” ujarnya usai pelaksanaan upacara Hardiknas.

Baca Juga:  Bappelitbangda Mulai Dampingi OPD Susun Renja Pembangunan Tahun 2027

Penerima penghargaan terdiri atas Muh Najib selaku guru dan Rinto Ambotua sebagai Kepala SD Terpencil Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Riska Andriani bersama Rahmat Kaiwi, Kepala SD Terpencil Ogolugu yang berada di Desa Tibu.

Menurut Ibrahim, para penerima penghargaan tidak hanya konsisten menjalankan proses pembelajaran, tetapi juga aktif memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperkenalkan kondisi sekolah di wilayah terpencil kepada masyarakat luas.

“Mereka mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana memperlihatkan kondisi sekolah sekaligus menyampaikan berbagai kebutuhan pendidikan di daerah terpencil. Upaya tersebut berhasil menarik perhatian banyak pihak, termasuk pemerintah pusat,” jelasnya.

Baca Juga:  Bupati Parimo Tegaskan Pentingnya SDM Berkualitas di Bidang Transportasi

Ia menilai inovasi yang dilakukan para tenaga pendidik tersebut turut membuka peluang lebih besar bagi sekolah-sekolah terpencil untuk memperoleh dukungan pembangunan dan peningkatan sarana pendidikan.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, lanjut Ibrahim, akan terus mendorong peningkatan kesejahteraan guru yang bertugas di wilayah sulit dijangkau, termasuk mengusulkan pemberian tunjangan khusus sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Usulan tersebut terus kami sampaikan berdasarkan kondisi riil di lapangan agar guru yang bertugas di daerah terpencil mendapatkan perhatian yang layak,” katanya.

Meski demikian, proses pengajuan bantuan maupun tunjangan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kelengkapan administrasi sekolah, status kepemilikan lahan, hingga persyaratan teknis lainnya yang harus dipenuhi.

Saat ini terdapat sekitar 70 sekolah dasar di Kabupaten Parigi Moutong yang masuk kategori terpencil dan sangat terpencil dari total sekitar 425 sekolah dasar yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah.

Baca Juga:  Bappelitbangda Dorong Penertiban Status PSU Perumahan untuk Dukung Pembangunan Infrastruktur

Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, beberapa sekolah mulai memperoleh perhatian dari pemerintah pusat. Salah satunya SD Terpencil Bainaa Barat yang ditetapkan sebagai penerima Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Dalam waktu dekat pihak sekolah bersama dinas akan mengikuti penandatanganan kontrak revitalisasi di Jakarta sebagai tindak lanjut program tersebut,” ungkap Ibrahim.

Sementara itu, SD Terpencil Ogolugu juga dijadwalkan menerima kunjungan tim Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bagian dari proses verifikasi usulan bantuan peningkatan sarana dan prasarana.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap apresiasi yang diberikan kepada para tenaga pendidik tersebut dapat menjadi motivasi bagi guru lainnya untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik, sehingga pemerataan kualitas pendidikan dapat terus diwujudkan hingga ke seluruh pelosok daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *