Scroll untuk baca artikel
Example 500x500
Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahParigi Moutong

Akses Jalan Jadi Persoalan, Lima Desa Terpencil Tinombo Menanti Pemerataan Infrastruktur

184
×

Akses Jalan Jadi Persoalan, Lima Desa Terpencil Tinombo Menanti Pemerataan Infrastruktur

Sebarkan artikel ini

PARIGI, FOKUSSULAWESI.COM — Keterbatasan akses jalan masih menjadi persoalan utama bagi lima desa terpencil di Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong. Kondisi geografis yang berada di kawasan pesisir dan pegunungan membuat warga kesulitan mengakses pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi.

Camat Tinombo, Muammar, S.H., mengatakan persoalan infrastruktur jalan menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang terus diperjuangkan pemerintah kecamatan dalam setiap forum perencanaan pembangunan di tingkat kabupaten.

Salah satunya disampaikan dalam Lokakarya Rencana Aksi Daerah (RAD) Penurunan Kematian Ibu Kabupaten Parigi Moutong yang berlangsung di Lantai II Kantor Bupati.

Menurut Muammar, sejumlah wilayah terpencil, termasuk Desa Ogoalas, masih menghadapi keterbatasan akses transportasi. Bahkan, terdapat ruas jalan yang hanya dapat dilalui sepeda motor khusus sehingga kendaraan roda empat belum bisa menjangkau wilayah tersebut.

Baca Juga:  Erwin Burase: Koordinasi Penting untuk Menjaga Daerah Tetap Kondusif

“Kita tidak bisa bicara penurunan stunting, peningkatan IPM, atau ekonomi desa kalau jalannya sendiri belum terbuka. Kalau akses jalan dibuka, insyaallah persoalan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi akan terurai satu per satu,” ujar Muammar.

Ia menjelaskan, keterbatasan akses tersebut turut berdampak pada pelayanan kesehatan. Jarak antardusun yang berjauhan, ditambah keterbatasan tenaga kesehatan yang hanya mengandalkan satu bidan desa di wilayah tertentu, menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam penanganan ibu hamil dan balita.

Selain persoalan infrastruktur dan tenaga kesehatan, pendekatan sosial budaya juga menjadi perhatian pemerintah kecamatan. Mengingat sebagian masyarakat masih memiliki kepercayaan kuat terhadap dukun beranak, pemerintah mengambil langkah dengan merangkul mereka untuk mendampingi ibu hamil, sementara tindakan persalinan tetap dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional.

Baca Juga:  Serli Serap Aspirasi Warga di Tomini Utara

Untuk memperjuangkan pemerataan pelayanan dasar, Pemerintah Kecamatan Tinombo melakukan pemutakhiran data kependudukan dan pemetaan kerusakan jalan di setiap desa. Koordinasi juga diperkuat bersama pemerintah desa, puskesmas, Dinas Kesehatan, dan Dinas PUPR.

Di sisi lain, data Puskesmas Tinombo yang disampaikan Kepala Puskesmas Chritilani Tendean mencatat masing-masing satu kasus kematian ibu pada 2025 dan 2026.

Muammar berharap pemerintah kabupaten memberi perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur di wilayah terpencil. Menurutnya, pemerataan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya alokasi anggaran, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi geografis dan kesulitan akses yang dihadapi masyarakat.

Dengan terbukanya akses jalan, warga di wilayah terpencil diharapkan memperoleh kesempatan yang lebih setara dalam mengakses pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kegiatan ekonomi. Gimon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *