Scroll untuk baca artikel
Example 500x500
Example floating
Example floating
Example 970x250
Berita UtamaDaerahPendidikan

BPMP Sulteng Dorong Langkah Nyata Tangani Anak Tidak Sekolah di Parimo

4
×

BPMP Sulteng Dorong Langkah Nyata Tangani Anak Tidak Sekolah di Parimo

Sebarkan artikel ini
foto: istimewa

Parigi Moutong, fokussulawesi.com – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah memperkuat komitmen untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui kerja sama lintas sektor. Kesepakatan tersebut mengemuka dalam penutupan Rapat Koordinasi Penanganan ATS yang digelar di Best Western Plus Coco Palu, Kamis (17/4/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis dalam menyusun upaya bersama guna memastikan seluruh anak usia sekolah di Kabupaten Parigi Moutong memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkelanjutan. Pemerintah daerah dan BPMP menilai persoalan ATS harus ditangani secara terpadu agar tidak berdampak pada meningkatnya persoalan sosial di masa mendatang.

Kepala BPMP Sulawesi Tengah, Dr. Muhamad Anis, mengatakan pendidikan merupakan salah satu faktor utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memutus rantai kemiskinan.

Baca Juga:  Fraksi NasDem Sampaikan Pandangan Akhir APBD-P 2025

“Persoalan anak tidak sekolah tidak bisa dianggap sederhana karena berkaitan langsung dengan masa depan generasi dan kondisi sosial masyarakat. Karena itu, penanganannya harus dilakukan bersama melalui langkah nyata dan kolaboratif,” ujar Muhamad Anis.

Ia menjelaskan, penanganan ATS perlu dilakukan secara menyeluruh mulai dari tingkat dasar hingga menengah, termasuk membangun minat belajar anak sejak usia dini dan melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang berisiko putus sekolah.

Menurutnya, salah satu langkah penting ialah menciptakan proses belajar yang menyenangkan sehingga anak tetap memiliki motivasi untuk bersekolah. Selain itu, peningkatan kompetensi guru juga menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih inklusif.

Baca Juga:  Halal Bihalal Jadi Momentum Pererat Silaturahmi Pemerintah dan Masyarakat

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong, Hestiwati Nanga, menilai keterlibatan keluarga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program penanganan ATS.

“Peran orang tua sangat menentukan masa depan pendidikan anak. Karena itu, keluarga harus menjadi tempat pertama yang memberikan motivasi dan dukungan agar anak tetap semangat bersekolah,” kata Hestiwati Nanga.

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan bagi anak-anak.

Dalam rapat koordinasi tersebut, sejumlah langkah strategis turut disepakati, di antaranya pemberian intervensi afirmatif bagi anak dari keluarga kurang mampu, penguatan koordinasi lintas sektor, sinkronisasi data pendidikan, hingga peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

Baca Juga:  Pemerintah Daerah dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi Perlindungan Pekerja

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap berbagai langkah tersebut dapat menurunkan angka Anak Tidak Sekolah secara bertahap sekaligus memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan.

“Tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi atau akses pendidikan. Semua pihak harus bergerak bersama untuk memastikan masa depan mereka tetap terjaga,” tambahnya.

Melalui penguatan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, Kabupaten Parigi Moutong optimistis mampu menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan merata bagi seluruh anak di daerah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *