Scroll untuk baca artikel
Example 500x500
Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahParigi MoutongPendidikan

Pemerataan Pendidikan Digital, Sekolah Terpencil Parimo Dilengkapi Starlink

13
×

Pemerataan Pendidikan Digital, Sekolah Terpencil Parimo Dilengkapi Starlink

Sebarkan artikel ini
Foto: Istimewa

Parigi Moutong, Fokussulawesi.com – Pemerataan layanan pendidikan berbasis teknologi di Kabupaten Parigi Moutong terus diperkuat melalui penyediaan akses internet satelit bagi sekolah-sekolah di wilayah terpencil. Pemerintah daerah menilai konektivitas digital menjadi kebutuhan mendasar untuk mendukung proses pembelajaran modern, terutama di kawasan yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi.

Program tersebut dijalankan setelah sejumlah sekolah sebelumnya memperoleh bantuan penyediaan listrik, sehingga kini satuan pendidikan di daerah pedalaman mulai dilengkapi dua infrastruktur utama, yakni pasokan energi dan akses internet.

Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, Ibrahim, mengatakan penggunaan internet satelit menjadi solusi efektif untuk menjangkau sekolah yang selama ini mengalami keterbatasan akses komunikasi.

Baca Juga:  Bupati Parigi Moutong Hadiri Silaturahmi bersama Kepala Kejati Sulawesi Tengah

“Sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil kini mulai mendapatkan dukungan konektivitas internet melalui perangkat satelit. Ini menjadi langkah penting untuk membuka akses pembelajaran digital yang sebelumnya sulit dilakukan,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).

Ia menjelaskan, perangkat internet satelit yang disalurkan berasal dari dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta penganggaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong. Skema tersebut dilakukan agar sekolah yang belum tercakup bantuan pusat tetap memperoleh layanan melalui dukungan pemerintah daerah.

“Kami memprioritaskan sekolah yang belum memiliki akses internet sama sekali. Jika belum terakomodasi oleh pemerintah pusat, maka akan diupayakan melalui anggaran daerah,” jelas Ibrahim.

Baca Juga:  Gubernur Sulteng Resmi Buka Rakor Asta Cita, Bupati Parigi Moutong Paparkan Sejumlah Tantangan Daerah.

Meski demikian, tantangan pemerataan infrastruktur pendidikan di Parigi Moutong masih cukup besar. Berdasarkan pendataan terakhir, sekitar 40 sekolah masih tergolong terisolasi, baik karena belum memiliki listrik maupun belum tersambung jaringan internet.

Beberapa sekolah di Kecamatan Sausu menjadi contoh kondisi tersebut. Ada sekolah yang telah memperoleh sambungan listrik namun belum mendapatkan internet, sementara sekolah lain sudah menerima perangkat satelit tetapi belum memiliki sumber listrik untuk mengoperasikannya.

“Ada sekolah yang sudah menikmati listrik, tetapi masih menunggu internet. Sebaliknya, ada juga yang perangkat satelitnya sudah tersedia namun belum memiliki aliran listrik. Karena itu, kami melakukan penanganan secara bertahap,” ungkapnya.

Baca Juga:  Posyandu Plus, Kemiskinan, dan Stunting Jadi Prioritas RKPD 2027

Disdikbud Parigi Moutong terus memperbarui data kebutuhan sekolah dan mengirimkannya kepada pemerintah pusat sebagai dasar perluasan program bantuan.

Menurut Ibrahim, keberadaan internet di sekolah tidak hanya mendukung kegiatan belajar mengajar, tetapi juga membuka akses terhadap berbagai layanan pendidikan digital, pelatihan guru, serta sumber belajar yang lebih luas.

“Harapan kami, sekolah yang sudah menerima bantuan dapat memanfaatkannya secara maksimal. Sementara sekolah lain yang masih terisolasi diupayakan segera mendapatkan dukungan serupa agar transformasi pendidikan digital dapat dirasakan secara merata,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *