Scroll untuk baca artikel
Example 500x500
Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahPemda

Festival Lalampa Toboli Jadi Magnet Wisata Kuliner Baru di Parigi Moutong

10
×

Festival Lalampa Toboli Jadi Magnet Wisata Kuliner Baru di Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase. Foto: IST

PARIGI MOUTONG, FOKUSSULAWESI.COM – Aroma wangi daun pisang bakar yang harum berpadu dengan gurihnya ketan dan ikan cakalang kembali menyelimuti kawasan Eks Jembatan Timbang Toboli, Kecamatan Parigi Utara. Sabtu (7/6/2026), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong sukses menggelar Festival Kuliner Lalampa Toboli Ke-9, sebuah agenda tahunan yang kini telah menjadi ikon budaya dan ekonomi daerah.

Acara yang mengusung tema “Wujud Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Masyarakat” ini berlangsung meriah dan disaksikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Sulteng, Sry Nirwanti Bahasoan. Kehadiran Gubernur disambut hangat oleh Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, Wakil Bupati, serta Ketua TP-PKK Kabupaten, Hestiwati Nanga.

Baca Juga:  Dorong Kepedulian ASN, PMI Gelar Donor Darah di Dinkes

Bupati Erwin Burase memaparkan bahwa Festival Lalampa Toboli bukan sekadar pesta kuliner, melainkan upaya menjaga identitas budaya yang memiliki nilai historis dan ekonomi tinggi.

“Festival ini adalah bukti komitmen kami dalam melestarikan warisan leluhur. Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus mendorong UMKM lokal agar naik kelas,” ujar Erwin.

Sementara itu, Gubernur Anwar Hafid memberikan apresiasi tinggi terhadap Desa Toboli yang berhasil membuktikan bahwa tradisi bisa menjadi motor penggerak ekonomi produktif.

“Tradisi yang dirawat dengan sungguh-sungguh akan melahirkan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, dan menghidupkan denyut perekonomian dari desa hingga provinsi,” puji Anwar Hafid. Ia juga menantang para pelaku UMKM untuk berinovasi dan memanfaatkan platform digital tanpa meninggalkan keaslian rasa.

Baca Juga:  Wabup Ajak Pemdes dan BUMDes Aktif Dampingi Petani

Poin paling krusial dalam acara ini adalah respon positif Gubernur terhadap usulan masyarakat untuk memanfaatkan lahan Eks Jembatan Timbang Toboli. Atas permintaan warga dan panitia, Gubernur memberikan “lampu hijau” dan berkomitmen bersinergi dengan Pemkab Parigi Moutong untuk mengusulkan pemindahan pakaikan lahan tersebut ke kementerian terkait.

“Tempat eks jembatan timbang ini sangat strategis. Sangat cocok didesain menjadi rest area yang representatif, sehingga pengendara bisa beristirahat sekaligus menikmati kuliner khas kita,” tegas Gubernur. Langkah ini diharapkan dapat mengubah kawasan tersebut menjadi pusat aktivitas wisata kuliner yang permanen.

Kemeriahan festival mencapai puncaknya di akhir acara. Merespons sorak-sorai antusias warga, Gubernur Anwar Hafid dan Bupati Erwin Burase berduet menyanyikan lagu di atas panggung. Momen ini mempertegas kedekatan emosional antara pemimpin daerah dengan rakyatnya serta menyemarakkan semangat gotong royong.

Baca Juga:  Khidmat & Penuh Berkat: 13 Ekor Hewan Kurban Disembelih di Parigi Moutong, Sapi Presiden Berat 916 Kg

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Pemprov Sulteng, DPRD Parigi Moutong, unsur Forkopimda, pejabat tinggi pratama, Camat Parigi Utara, kepala desa, dan pengurus PKK se-kecamatan.

Melalui Festival Lalampa Ke-9 ini, diharapkan kuliner ikonik tersebut tidak hanya menjadi camilan lezat di lintas Trans Sulawesi, tetapi juga menjadi penggerak utama ekonomi kreatif kebanggaan Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *