Scroll untuk baca artikel
Example 500x500
Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahParigi MoutongPemda

DisKop UKM Parimo Targetkan Pembinaan 200 Pelaku UMKM

24
×

DisKop UKM Parimo Targetkan Pembinaan 200 Pelaku UMKM

Sebarkan artikel ini

PARIGI, FOKUSSULAWESI.COM — Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Parigi Moutong menargetkan pembinaan terhadap sekitar 200 pelaku UMKM sepanjang 2026.

Pembinaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha sekaligus memperkuat daya saing produk lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Parigi Moutong, Fit Dewana, mengatakan pihaknya juga terus mendorong pengembangan Gerai Klinik Desain Koperasi dan UMKM Produk (KDKMP) di tingkat desa.

Dari target 120 gerai, sebanyak 37 gerai saat ini dalam proses pengerjaan, sementara 17 gerai telah rampung 100 persen.

“Ada sepuluh gerai yang sudah divalidasi lewat sistem Simkopdes dan siap beroperasi bulan depan,” ujar Fit Dewana.

Baca Juga:  Gubernur Sulteng Resmi Buka Rakor Asta Cita, Bupati Parigi Moutong Paparkan Sejumlah Tantangan Daerah.

Selain pembangunan gerai, program Diskop UKM hingga Oktober 2026 juga diarahkan pada percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha kuliner dan perluasan akses kemitraan pasar.

Sejumlah produk olahan lokal turut menjadi sasaran fasilitasi, di antaranya keripik biji durian, olahan kelapa, olahan jambu mete, pisang sale, dan gula semut.

Kepala Bidang UMKM Diskop UKM Parigi Moutong, Bey Fitriana, mengatakan pembinaan terhadap sekitar 200 pelaku UMKM dilakukan melalui peningkatan kapasitas serta fasilitasi sarana produksi dan legalitas usaha.

Selain itu, pihaknya juga bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui program Berani Harmoni, Pemda Parimo mendapatkan kuota 80 peserta pelatihan penumbuhan wira usaha baru. 

Baca Juga:  Karhutla Jadi Perhatian, Bupati Erwin Burase Ajak Semua Unsur Bersinergi

“Bantuan kami wujudkan dalam bentuk fasilitasi alat produksi, seperti mesin peniris minyak (spinner) untuk usaha bawang goreng, serta pendampingan pengurusan NIB, sertifikasi Halal, hingga HAKI,” jelas Bey.

Ia juga menambahkan bahwa tahun ini mereka menyalurkan alat perbengkelan dan peralatan kuliner. 

Bagi pelaku usaha yang ingin memperoleh pendampingan, persyaratan utamanya memiliki usaha yang aktif, berdomisili di wilayah setempat dengan membawa KTP, serta memiliki lokasi usaha yang jelas.

Pendaftaran dan konsultasi dapat dilakukan langsung di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Parigi Moutong maupun melalui petugas pendamping di masing-masing kecamatan. Gimon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *