Scroll untuk baca artikel
Example 500x500
Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahKesehatanParigi MoutongPemda

GENTING 2026 Dimulai, Lintas Sektor Terlibat Cegah Stunting

9
×

GENTING 2026 Dimulai, Lintas Sektor Terlibat Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini

PARIGI, FOKUSSULAWESI.COM — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong resmi memulai Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Tahun 2026 dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan hingga pemerintah desa.

Gerakan tersebut secara resmi dibuka Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, di Aula Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong, Selasa (6/10/2026). Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga membacakan sambutan tertulis Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase.

Bupati menegaskan, penanganan stunting tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah maupun sektor kesehatan. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama keluarga, untuk memastikan anak mendapatkan dukungan tumbuh kembang yang optimal.

Baca Juga:  Penghargaan Sejati untuk Pejuang Tak Berhenti di Piagam

“Pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, para kader, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan terutama keluarga harus bergerak dalam satu tujuan, yaitu memastikan setiap anak Parigi Moutong dapat tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Bupati dalam sambutannya.

Menurutnya, Genting merupakan gerakan gotong royong untuk membantu keluarga yang membutuhkan. Orang tua asuh tidak menggantikan peran orang tua kandung, tetapi memberikan dukungan terhadap pemenuhan gizi, layanan kesehatan, sanitasi, pola asuh dan kebutuhan dasar anak.

Pemkab Parigi Moutong meminta pelaksanaan Genting tidak berhenti pada pemberian bantuan. Pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan dan tepat sasaran, termasuk pemantauan tumbuh kembang anak, pemenuhan gizi ibu hamil dan menyusui, dukungan ASI eksklusif, serta akses air bersih dan lingkungan sehat.

Baca Juga:  Pemda Parigi Moutong Bagikan 2.500 Bibit Durian Gratis

Camat, kepala desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Pendamping Keluarga juga diminta memetakan keluarga yang berisiko mengalami stunting di wilayah masing-masing.

Langkah tersebut dilakukan agar anak dan keluarga yang membutuhkan dapat segera mendapatkan pendampingan melalui program Genting.

Kegiatan sosialisasi turut dihadiri perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, Komisi IV DPRD Parigi Moutong, TP-PKK, pejabat pemerintah daerah, BUMN/BUMD, organisasi profesi, camat dan tenaga pendamping lapangan.

Pemkab Parigi Moutong berharap keterlibatan lintas sektor dalam Genting dapat memperkuat upaya pencegahan stunting sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *