Scroll untuk baca artikel
Example 500x500
Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahPendidikan

Guru SD Dibekali Literasi Digital, Disdikbud Targetkan Mutu Pendidikan Lebih Merata

13
×

Guru SD Dibekali Literasi Digital, Disdikbud Targetkan Mutu Pendidikan Lebih Merata

Sebarkan artikel ini
Foto: Istimewa

Parigi Moutong, Fokussulawesi.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong terus memperkuat berbagai strategi untuk menghadirkan layanan pendidikan dasar yang berkualitas dan merata di seluruh wilayah. Salah satu langkah yang kini dikembangkan adalah membangun kemitraan antarsekolah melalui program Sister School yang dipadukan dengan peningkatan kompetensi digital bagi tenaga pendidik.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk mengurangi kesenjangan mutu pendidikan yang selama ini masih terlihat antara sekolah di kawasan perkotaan dan sekolah yang berada di wilayah pedesaan maupun daerah terpencil.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Parigi Moutong, Farid Ali Buraera, mengatakan pemerataan kualitas pendidikan tidak dapat dicapai hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga memerlukan kolaborasi antar satuan pendidikan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Baca Juga:  Bupati Parigi Moutong Hadiri Peresmian Posbakum

“Setiap sekolah memiliki potensi untuk berkembang. Karena itu, kami ingin membangun budaya saling mendukung antarsekolah agar tidak ada lagi stigma bahwa kualitas pendidikan terbaik hanya berada di wilayah perkotaan,” ujar Farid, Senin (27/04/2026).

Ia menjelaskan, melalui program Sister School, sekolah yang telah memiliki capaian baik akan menjadi mitra pendamping bagi sekolah lain yang masih memerlukan penguatan dalam pengelolaan pendidikan maupun proses pembelajaran.

Kolaborasi tersebut mencakup pertukaran pengalaman, pendampingan manajemen sekolah, berbagi metode pembelajaran inovatif, hingga peningkatan kapasitas guru melalui berbagai kegiatan bersama.

“Kami ingin menghadirkan ekosistem pendidikan yang saling menguatkan. Sekolah yang sudah berkembang dapat menjadi inspirasi sekaligus pendamping bagi sekolah lainnya sehingga peningkatan mutu terjadi secara merata,” jelasnya.

Selain memperluas jejaring kerja sama antarsekolah, Disdikbud juga memfokuskan perhatian pada peningkatan literasi digital kepala sekolah dan guru sekolah dasar sebagai bagian dari transformasi pendidikan di era teknologi.

Baca Juga:  RDP Komisi IV Bahas Polemik Cleaning Service RS Anuntaloko

Menurut Farid, perkembangan sistem pendidikan yang semakin terdigitalisasi menuntut tenaga pendidik memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi dalam menyusun perangkat pembelajaran, mengelola administrasi pendidikan, hingga mengevaluasi hasil belajar peserta didik.

“Penguasaan teknologi saat ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Guru harus mampu memanfaatkan berbagai platform digital agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif, kreatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan kompetensi digital guru akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran di kelas, termasuk dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa yang menjadi salah satu indikator utama dalam Rapor Pendidikan Nasional.

Disdikbud menilai keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas sekolah, tetapi juga dari kemampuan tenaga pendidik dalam menciptakan proses belajar yang inovatif, adaptif, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik.

Baca Juga:  BK DPRD Parigi Moutong Dalami Dua Pengaduan, Tegaskan Proses Berjalan Objektif dan Sesuai Aturan

“Guru merupakan ujung tombak pendidikan. Ketika kompetensinya terus berkembang, maka kualitas layanan pendidikan yang diterima siswa juga akan meningkat,” tambah Farid.

Melalui implementasi program Sister School dan penguatan literasi digital secara berkelanjutan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong optimistis pemerataan mutu pendidikan dasar dapat diwujudkan hingga ke seluruh kecamatan.

Program tersebut diharapkan mampu melahirkan budaya kolaboratif di lingkungan pendidikan, sekaligus mempersiapkan tenaga pendidik yang siap menghadapi tantangan pembelajaran pada era digital serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Parigi Moutong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *