Scroll untuk baca artikel
Example 500x500
Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahPendidikan

Disdikbud Parimo Optimistis Listrik Panel Surya Percepat Transformasi Pendidikan di Pedalaman

8
×

Disdikbud Parimo Optimistis Listrik Panel Surya Percepat Transformasi Pendidikan di Pedalaman

Sebarkan artikel ini
Foto: Istimewa

Parigi Moutong, Fokussulawesi.com – Akses terhadap energi listrik yang selama ini menjadi kendala bagi sejumlah sekolah di wilayah pedalaman Kabupaten Parigi Moutong kini mulai teratasi. Sebanyak 17 satuan pendidikan telah memperoleh fasilitas listrik berbasis panel surya sebagai bagian dari program pemerintah untuk mendukung pemerataan layanan pendidikan hingga ke daerah terpencil.

Program tersebut merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memperluas akses listrik di sekolah-sekolah yang belum terjangkau jaringan listrik konvensional. Pelaksanaannya mengacu pada surat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 1337/C3/DM/00025 tertanggal 2 Juli 2025 mengenai pemenuhan kebutuhan listrik bagi satuan pendidikan di daerah terpencil.

Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Ibrahim, mengatakan bantuan tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di wilayah pedalaman.

Baca Juga:  Pemerataan Pendidikan Digital, Sekolah Terpencil Parimo Dilengkapi Starlink

“Alhamdulillah, melalui program pemerintah pusat, sebanyak 17 sekolah yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses listrik kini sudah dapat memanfaatkan pasokan energi melalui panel surya,” ujarnya, Jumat (07/02/2026).

Ia menjelaskan, sekolah penerima program terdiri atas 1 taman kanak-kanak (TK), 11 sekolah dasar (SD), dan 5 sekolah menengah pertama (SMP). Seluruh sekolah tersebut memperoleh instalasi listrik berkapasitas 900 VA yang menggunakan sistem tenaga surya sehingga tetap dapat beroperasi meskipun belum tersambung ke jaringan listrik PLN secara langsung.

Menurut Ibrahim, keberadaan listrik menjadi fondasi penting dalam mendukung pelaksanaan berbagai program pendidikan berbasis teknologi yang saat ini terus dikembangkan pemerintah.

Baca Juga:  Bappelitbangda: Potensi Mineral Akan Dikelola Secara Terukur dan Berkelanjutan

“Selama ini sekolah-sekolah di daerah terpencil menghadapi keterbatasan karena belum memiliki listrik. Dengan adanya fasilitas ini, peluang untuk mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi dan digital menjadi semakin terbuka,” jelasnya.

Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya mendukung kegiatan belajar mengajar sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari percepatan transformasi pendidikan yang mendorong pemanfaatan perangkat digital di lingkungan sekolah.

Dari sisi pembiayaan, biaya penyambungan instalasi listrik di setiap sekolah dianggarkan sekitar Rp900 ribu. Untuk Kabupaten Parigi Moutong, pembiayaan sambungan dilakukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sementara penyediaan instalasi panel surya beserta perangkat pendukung lainnya ditanggung oleh PT PLN.

“Anggaran sekitar Rp900 ribu digunakan untuk biaya sambungan di masing-masing sekolah. Selebihnya menjadi tanggung jawab PLN sebagai pelaksana program,” katanya.

Baca Juga:  Wabup Ajak Pemdes dan BUMDes Aktif Dampingi Petani

Sebagai bagian dari proses evaluasi, Disdikbud Parigi Moutong juga telah melakukan peninjauan ke salah satu sekolah penerima bantuan di Desa Salubanga. Dari hasil pemantauan, fasilitas listrik telah berfungsi dengan baik dan mulai dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas pembelajaran.

Ke depan, Disdikbud berharap program penyediaan listrik bagi sekolah terpencil dapat terus diperluas sehingga semakin banyak satuan pendidikan di wilayah pedalaman memperoleh akses energi yang memadai.

“Kami berharap seluruh sekolah, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama dalam memanfaatkan teknologi pendidikan. Ketersediaan listrik merupakan langkah awal untuk mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Parigi Moutong,” pungkas Ibrahim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *