PARIGI, FOKUSSULAWESI.COM — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Parigi Moutong bersama sejumlah sekolah menggelar Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Wira.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, Rabu hingga Minggu, itu diikuti pelajar tingkat SMA/SMK sederajat. Peserta berasal dari SMAN 1 Parigi, SMA GPID, dan SMKN 1 Parigi (Bambalemo).
Diklatsar dikemas dalam bentuk perkemahan dengan materi kepalangmerahan dan kesiapsiagaan bencana. Para peserta juga mengikuti praktik Pertolongan Pertama (PP), manajemen kedaruratan, serta simulasi kondisi pengungsian.
Staf Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Parigi Moutong, Muhammad Nur, S.Kep., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membekali pelajar dengan keterampilan dasar yang dapat diterapkan ketika menghadapi kondisi darurat.
“Melalui Diklatsar PMR Wira ini, kita tidak hanya mengajarkan materi kepalangmerahan, tetapi membekali anak-anak dengan keterampilan praktis pertolongan pertama serta mentalitas kesiapsiagaan,” ujar Muhammad Nur saat ditemui di Markas PMI Parigi Moutong, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, keterampilan tersebut penting agar pelajar memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara sekolah dan PMI dalam membina generasi muda agar memiliki kepedulian sosial dan kemampuan dasar dalam penanganan situasi darurat.
Selain pembinaan PMR, PMI Parigi Moutong juga terus melakukan kegiatan kemanusiaan di tengah masyarakat. Salah satunya distribusi air bersih menggunakan armada truk tangki bagi warga terdampak kekeringan di wilayah Bolano.
PMI berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan di sekolah lain sehingga semakin banyak pelajar yang memiliki keterampilan pertolongan pertama dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Gimon















